INDRAMAYU — Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan, duet Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menunjukkan kinerja progresif dalam memacu roda pembangunan daerah. Berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga penataan kawasan industri, mencatatkan lompatan signifikan yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Capaian positif ini di antaranya dirasakan oleh warga Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Hj. Sugiarti. Ia mengapresiasi masifnya pembangunan infrastruktur pedesaan, khususnya betonisasi jalan pertanian yang kini mempermudah mobilitas pengangkutan hasil panen.
“Sudah bagus. Sekarang kalau ke sawah, jalannya sudah banyak yang dicor. Jadi kalau nanti bawa hasil panen tidak susah lagi,” ujar pensiunan guru tersebut, Kamis (27/8/2026).
Senada dengan itu, warga Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Suharto, menilai langkah konkret pemerintah daerah patut diapresiasi di tengah tantangan efisiensi anggaran. Pemkab Indramayu dinilai tetap konsisten menggenjot pembangunan sektor pertanian, seperti normalisasi irigasi dan betonisasi jalan usaha tani.
Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, realisasi program prioritas periode Januari hingga Juli 2026 sukses dijalankan demi mewujudkan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Di sektor kesehatan, pemerataan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Agustus 2026 telah menembus angka 99,81%, dengan alokasi APBD sebesar Rp233,8 miliar guna melindungi 541.445 jiwa warga rentan.
Sebagai lumbung pangan nasional, Indramayu mengamankan Lahan Baku Sawah seluas 124.517 hektare dan menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 92.888 hektar, dengan target produksi padi Gabah Kering Giling (GKP) mencapai 1,7 juta ton pada 2026. Pemerintah turut memperkuat sektor ini melalui modernisasi alat, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), perbaikan saluran pembuang sepanjang 60.170 meter, serta peningkatan jaringan irigasi permukaan sepanjang 6.110 meter.
Wajah infrastruktur wilayah juga mengalami perubahan pesat. Pemkab Indramayu merampungkan pembangunan jalan desa sepanjang 31.200 meter, jalan kabupaten 23.160 meter, jalan lingkungan 20.298 meter, serta memasang 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) guna menjamin keamanan malam hari.
Di bidang pendidikan, pembenahan fisik menyasar 322 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP, lengkap dengan distribusi ribuan set meubelair. Terobosan nyata dalam penuntasan kemiskinan ekstrem juga diwujudkan lewat pendirian Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, yang berdiri di atas lahan 10 hektare dan kini telah menampung 370 peserta didik. Sementara di sektor perumahan, sebanyak 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) berhasil direhabilitasi.
Menatap masa depan kawasan regional, Pemkab Indramayu telah menyiapkan 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.110 hektare di berbagai kecamatan strategis yang terintegrasi dengan Kawasan Rebana, tanpa mengorbankan lahan pertanian abadi. Penguatan ekonomi kerakyatan turut ditopang oleh pendirian 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta perlindungan jaminan sosial bagi 1.000 nelayan kecil.
Deretan kerja nyata tersebut berbuah pengakuan di tingkat nasional. Dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2025, Pemkab Indramayu sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menduduki Peringkat ke-5 Nasional dan Peringkat ke-3 di Jawa Barat, yang diimbangi dengan penegakan konsisten Perda Pelarangan Minuman Beralkohol demi menjaga kondusivitas daerah.




